Karib Beda Usia

“Manusia adalah makhluk sosial. Untuk menjalani kehidupannya, mereka membutuhkan manusia lain, tidak mungkin tidak.”

Mungkin sebagian besar yang membaca artikel ini setuju dengan pernyataan di atas. Meskipun tidak menutup kemungkinan pun ada yang tidak setuju.

Saya sangat setuju dengan pernyataan itu, jika kita sadari dari awal pertama kali kita diberi ruh yang ditiupkan ke raga kita, maka kita butuh orang lain disebut  ibu yang dengan suka cita memberikan ruang di perutnya untuk kita tinggali. Belum setelah kita mulai menghirup udara di bumi hingga saat sekarang ini, sudah banyak sekali orang yang masuk dalam kehidupan kita dan sedikit banyak membantu. Bagi yang tidak setuju, mungkin mereka menilai dari sisi yang lain atau mereka tidak sadar, mungkin juga mereka terlalu angkuh dan banyak kemungkinan-kemungkinan lain yang membangun penilaian mereka bagi yang berpendapat lain.

Berbicara tentang kita sebagai individu yang membutuhkan orang lain, maka saya memiliki secuil kisah tentang seseorang. Ya jelas, Ia begitu banyak membantu saya melihat pilihan yang ada ketika saya ragu, membantu mencari jalan keluar ketika dirundung permasalahan. Ya, Dia sering mendengar keluh kesah saya ketika di hampiri persoalan.

Terpaut usia sekitar 6 tahun diatas saya membuat saya begitu nyaman bercerita, tentang apapun yang patut di ceritakan. Sikap yang keibukan dan dewasa dalam menanggapi sikap saya yang mungkin masih kekanak-kanak an (sedikit..hehe) membuat semua terasa “it will be okay..”. Entah memang pemikiran kami yang cocok, atau memang saat itu saya hanya butuh tempat cerita atau memang dia pintar untuk menenangkan. Saya tak paham. Terlebih yang membuat saya senang dekat dengannya adalah bahwa dia sering mengingatkan ketika saya mulai lalai dari agama, ketika saya mulai lelah meraih cita dan ketika saya mulai terlena dengan cinta.

Beberapa waktu lalu, resepsi pernikahan digelar. Semua tertawa bahagia, mungkin ada yang sampai menangis saking bahagianya. Begitupun saya, yang ikut menghadiri dan meramaikan pernikahan tersebut. “Akhirnya, yang kamu cari-cari datang juga, tan” bisikkan saya kepada sang mempelai putri, yaps dia karib beda usia ku. Yang juga tanteku sendiri. Pernikahan adalah prosesi yang didambakan semua orang. Di waktu yang tepat pastinya. 

Yang kutahu sebelum Ia kenal dengan yang membawanya ke pelaminan adalah bahwa dia sangat sakit hati teramat dalam, karena kekecewaannya akan hal cinta. Namun tak berlangsung lama, akhirnya dia sebut nama lain lagi, yang pada akhirnya membawanya ke pelaminan dengan muka penuh senyum di hari itu.

Akhirnya aku kehilangan salah satu pelabuhan, untuk melayarkan semua cerita dan keluh kesah. Tidak mungkin bisa seleluasa seperti waktu dulu. Banyak hal yang harus Ia urus, keluarga kecilnya, suaminya, pekerjaannya dan banyakkk lagi. Baru saya sadari bahwa roda kehidupan tidak pernah berhenti, dan ini adalah fase yang harus dialami. Fase menjadi istri untuk sahabat sekaligus tante saya, fase menjadi lebih dewasa dan tidak lagi banyak mengeluh selain kepada Tuhan untuk saya. ๐Ÿ™‚

Iklan

Satu respons untuk โ€œKarib Beda Usiaโ€

Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: