Undescribe-able

Kapan kamu merasa paling tertekan? Kapan kamu merasa begitu payah? Mau marah tak ada tempat? Kaupikir Semua orang tak paham rasamu? Alhasil, kau memarahi diri sendiri? Seberapa parah? seberapa marah? Dan kenapa..?

Kamu sering menangis? Kamu tetap keras kepala, menyimpannya sendiri dan tak ingin bercerita. Kupikir setiap orang memiliki masalahnya sendiri, tidak bisa dibandingkan. Berbeda! Dan adakalanya sesuatu cukup dipendam sendiri, rapat-rapat.

Hanya ketahuilah, menurutku lebih banyak hal yang bisa membuatmu tersenyum daripada tersendu. Banyak yang menguatkan daripada yang menjatuhkan. Buktinya, kamu bisa bertahan hingga saat ini. Bukankah itu tandanya kamu lebih hebat masalahmu? Hei, kamu masih punya harapan yang menguatkan. Kamu punya nyawa kedua. Allah, Orang tuamu, sahabat-sahabatmu. Hidupmu bukan tentang kamu saja, banyak hal yang mengelilingi sekitarmu, membentukmu apa adanya kamu hari ini. Namun, sebagaimana mestinya manusia tanpa kesempurnaan, kita merasa terjatuhkan bahkan dari yang kusebut nyawa kedua tadi.

Kau pernah merasa jadi pemeran cerita yang kau rasa tidak adil? Sering?. Mungkin saja itu baru awal, kau belum tau kisah lengkapnya. kau baru sadar ketika pada akhirnya kau dikejutkan dengan ending yang keren. Atau bisa saja, Sang Pengingat sedang menarikmu agar kembali ke jalur. Kau terlalu jauh melenceng. Bukankah kau senang Dia masih peduli padamu. Menyalahkan keadaan dan diri sendiri malah membuatnya semakin rumit . Bersyukur, kau masih diijinkan bernapas, memperbaiki yang sebelumnya kau rasa salah. 

Kau pernah dimarahi orangtuamu? Keinginanmu tidak dikabulkan? Ini salah, itu salah? Kau didekte harus begini, begitu? Kupikir semua itu dilakukan oleh orang tua. Itu tandanya, mereka sangat mengasihimu. Terkadang mereka hanya perlu sedikit pengertian, dan akan dengan sendirinya paham apa yang kita inginkan. Bahkan disaat kecewa kepada buah hatinya pun mereka menyembunyikannya dengan melengkungkan senyum. Padahal kau tau, dia sedang menangis tanpa air mata. Doanya dicurahkan ketika duduk diatas sajadah dengan sangat lama. Seperti sedang bernego, karena restu Ilahi adalah restu orang tua. Mereka berdua adalah yang paling mudah memahamiku selama ini. Tanpa kubilang, mereka sudah paham. Ajaib…… Sudah barang tentu, mereka berharga, maka apakah kamu masih meragukan nikmatNya ketika masih bisa membersamai orang-orang ajaib itu? 

Hei, kamu sering sakit hati oleh orang-orang sekitarmu? Membuatmu enggan untuk mendekat lagi? Bukankah mereka lebih sering memberikan tawa? Bukankah dia juga manusia, mereka juga bisa salah kan? Kamu hanya perlu ingat, ketika kamu mau menjauh bukankah kamu berusaha menjauhi tawa mu sendiri? Lagi pula mereka lebih sering memberi tawa daripada tangis bukan?. Jangan egois.

Intinya, jangan pernah menyalahkan keadaan. Bagaimanapun ada kalanya sesuatu berubah mengikuti keadaan. Bukan untuk tenggelam dan menyerah pada sesuatu yang menjadikan salah dan jatuh. Tapi, sebaliknya untuk melawan agar tidak jatuh dan salah. Bisa juga dengan jatuh terlebih dahulu dan paham kalau salah. Yang pasti jangan jatuh lama-lama. Apalagi menyalahkan keadaan. Seperti elektron agar selalu netral, hidup harus selalu bergerak.

Iklan

6 respons untuk β€˜Undescribe-able’

Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: