Bersinar tapi menerbitkan Sirna

Tepat, 

Kau masuk sesaat setelah ingin kututup ceritanya

Menjejak langkah pemeran sebelumnya

Dengan lebih menawan memainkan peran kisah baru

Terpana semua penikmat cerita peranmu

Kadang membingungkan tapi sering mengejutkan

Tapi kau selalu bisa,

Membuat mereka berdecak kagum lagi bertepuk 10 jari

Kau sukses menerangi ruang kosong itu

Dengan sepantik api yang kau  percikkan di sumbu lilin

Pula, Kau sukses memburai biji-biji dipermukaannya

Api semakin menggelora

Dan biji menyemai hingga berbunga

Keduanya benar-benar bersinar sempurna, jingga

Membuatku kembali menemukan irama 

Benar, ku jaga sinarnya

Dari badai yang ingin meludah bara

Dan menggenang di bunga yang mengaroma

Tapi, Benar juga

Aku hilang ingat,

Ada bias yang selalu menghantu,

Membuta dari yang sebenar-benar dilihat

Apa aku keliru memakna?

Apa aku keliru?

Kujawab sendiri tanyaku

Aku terlanjur merajut sapu tangan itu dengan benang-benang khayal

Terlalu lama dan indah sapu tangan itu

Hingga lupa kepada bias yang membutakan

Tapi tak apa

Biar ku sekap sendiri salah itu

Tak kubiarkan dia terbang berkeliaran di sekitarmu

Biar sinar yang sirna membias jadi pelangi

Kusiap sambut pemeran baru

Menyirna petang yang menghantu

Mematri kenangan kusam

Biar dia sirna, 

Sirna.

Iklan

3 respons untuk β€˜Bersinar tapi menerbitkan Sirna’

Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: